Tuhan melindungimu di TENGAH bahaya!
Namanya juga manusia! Kita sering kali berada di antara dua pilihan: benar-benar percaya penuh pada Tuhan, merenungkan Firman-Nya, dan mengimaninya, atau malah sibuk mencoba melakukan semua hal sendirian dengan kekuatan kita sendiri. Benar nggak? Aku salah nggak sih?
Baru-baru ini, aku sempat melewati musim yang super sibuk di mana rasanya “banyak banget hal yang terjadi sekaligus.” Tapi, sebelum mulai melakukan aktivitas apa pun, aku memilih untuk mengambil waktu teduh bersama Tuhan terlebih dahulu. Dan apa yang terjadi kemudian?
Tuhan itu setia. Ketika kita melakukan bagian kita yang kita bisa, Dia akan melakukan bagian-Nya yang hanya bisa dilakukan oleh-Nya.
Dan di momen singkat saat aku sedang membaca Alkitab itu, Dia berbicara kepadaku lewat SATU ayat saja: “Tuhanlah Penjagamu, Tuhanlah naunganmu di sebelah tangan kananmu.” (Mazmur 121:5, TB)
Nah, sebenarnya ada catatan kaki kecil di ayat ini tipe catatan kaki yang gampang banget kelewat buat dibaca. Tapi saat aku iseng membacanya, catatan itu berbunyi: “Tuhan adalah bayang-bayangmu di sebelah tangan kananmu.”
Dan di situlah aku langsung mendapat rhema-nya!
Aku pernah menulis sebelumnya tentang arti "tangan kanan". Di dalam Alkitab, tangan kanan sering kali melambangkan kekuatan, pekerjaan, tindakan, bahkan peperangan.
Lalu, apa arti "bayang-bayang" atau "naungan"?
Bayang-bayang melambangkan perlindungan, kesegaran, dan kedekatan. Siapa pun yang berada di bawah naungan Tuhan pasti aman. Ya, udara panas di sekitarmu mungkin masih ada, tapi kamu tetap terlindungi di bawah naungan-Nya. Kamu bisa menangkap maksudnya?
Ini berarti: Tuhan melindungimu SAAT kamu bertindak. SAAT kamu bekerja. SAAT kamu berjuang. SAAT kamu sedang mencurahkan seluruh kekuatanmu untuk sesuatu. Keadaan di sekitarmu mungkin terasa panas dan intens, tapi Tuhan adalah tempat perlindunganmu tepat di tengah-tengah itu semua!
Ini juga berarti: Bahkan di area di mana kamu merasa paling kuat sekalipun Tuhan sebenarnya jauh lebih dekat dan jauh lebih kuat. Dia seperti bayang-bayangmu, selalu ada di sampingmu, selalu menyertaimu, terutama saat kamu sedang berjuang.
Jadi, jangan mengandalkan kekuatanmu sendiri. Andalkanlah Pribadi yang nggak pernah meninggalkanmu.
...Dan biarkan Dia berbicara kepadamu hari ini, bahkan jika kamu cuma punya waktu beberapa menit saja untuk duduk diam bersama-Nya.