TUJUAN DARI RASA SAKIT
Sahabat… Kalau lagi sakit, hal terakhir yang pengen kita dengar adalah:
“Ini pasti ada tujuannya.” Males banget nggak sih mikir kayak gitu? Orang lagi kesakitan.
Dan kadang pas lagi hancur, mungkin ada orang yang mengatakan “Santai aja, cobaan ini ga lebih besar dari kemampuan kamu…” seolah-olah semua detail penderitaan kita gampang dijelaskan. Bahkan ayat yang bilang “Tuhan nggak akan kasih lebih dari yang kamu sanggup” (1 Korintus 10:13) itu konteksnya tentang pencobaan, bukan tentang semua jenis rasa sakit.
Tapiii… Coba kita lihat Rasul Paulus lagi, nih.
Paulus bilang “duri dalam daging”-nya ada supaya dia nggak jadi sombong (2 Korintus 12:7). Sesuatu yang menyakitkan justru menjaga hatinya tetap rendah. Terus di Filipi, waktu Paulus dan Silas dipukuli dan dipenjara, mereka nyanyi tengah malam — Eh ternyata, gempa bumi terjadi dan kepala penjara bertobat (Kisah Para Rasul 16:25-26). Di Efesus, kerusuhan besar justru bikin Injil makin terdengar luas (Kisah Para Rasul 19:10, 32).
Pada saat kejadian? Pasti rasanya cuma chaos.Tapi di belakang layar, Tuhan lagi kerja. Dan ujung-ujungnya kita malah melihat sebuah TUJUAN!
Mungkin hari ini kamu nggak ngerti kenapa harus lewat ini.
Tapi iman berani bilang: “Tuhan, aku belum lihat tujuannya… tapi aku percaya Engkau akan menjadikannya baik bagiku.” (Roma 8:28).
Sahabat, yang sedang merasakan sakit. Boleh curhat di FB page doa kami ya. Ini link-nya. Tim doa kami siap mendoakanmu!