• ID
    • AR Arabic
    • CS Czech
    • DE German
    • EN English
    • ES Spanish
    • FA Farsi
    • FR French
    • HI Hindi
    • HI English (India)
    • HU Hungarian
    • HY Armenian
    • ID Bahasa
    • IT Italian
    • JA Japanese
    • KO Korean
    • MG Malagasy
    • MM Burmese
    • NL Dutch
    • NL Flemish
    • NO Norwegian
    • PT Portuguese
    • RO Romanian
    • RU Russian
    • SV Swedish
    • TA Tamil
    • TH Thai
    • TL Tagalog
    • TL Taglish
    • TR Turkish
    • UK Ukrainian
    • UR Urdu
    • VI Vietnamese
Tanggal publikasi 19 Sep 2026

Reflecting on Trust and Faith

Tanggal publikasi 19 Sep 2026

Yeremia 29:11 adalah favoritku, “Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu… rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.” Bikin kalem dan kasi rasa aman banget nggak sih?

Well, kita semua pernah takut. Takut sama masa lalu, keadaan hari ini, atau masa depan yang belum kelihatan.

Dan sering kali, justru masa menunggu Tuhan jadi tempat ketakutan paling mudah muncul. Kita mulai bertanya: “Gimana kalau nggak terjadi? Gimana kalau Tuhan nggak jawab? Gimana kalau aku salah jalan? Gimana kalau aku ketuaan dan nggak nikah-nikah? Gimana kalau aku telat hamil, dan ga punya anak?”

Those are real questions! Tapi jangan sampai fear menjadi bensin kita menjalani musim penantian.

Lihat Daud. Hidupnya penuh alasan untuk takut—berhadapan dengan binatang buas, Goliat, pasukan musuh, bahkan Saul yang ingin membunuhnya. Tapi Daud terus belajar satu hal: ketika kita tahu siapa yang kita percaya, kita nggak harus dikendalikan oleh apa yang kita takutkan. 

Menunggu Tuhan bukan berarti hidup dalam anxiety mode.

Menunggu Tuhan berarti tetap percaya ketika belum melihat, 'Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya.'"Yohanes 20:29  - berharap ketika belum mengerti, dan bersukacita karena tahu Tuhan tetap bekerja.

Kita mungkin belum tahu kapan.

Kita mungkin belum tahu bagaimana.

Tapi kita tahu siapa yang memegang hari depan kita. Hari ini balikin lagi fokusmu kepada siapa TUHAN. Ingat lagi hal-hal hebat yang Tuhan pernah lakukan dalam hidupmu. Percayalah bahwa TUHAN ada disisimu, and not againts you.

So, no fear. Just faith, hope & joy. Karena masa depan kita tidak berada di tangan ketakutan kita, tetapi di tangan Tuhan.

Debbie Wiratno
Penulis

Terdorong oleh Roh Kudus untuk menulis renungan yang penuh harapan, berdasarkan kebenaran Firman Tuhan dan tepat waktu.