• ID
    • AR Arabic
    • CS Czech
    • DE German
    • EN English
    • ES Spanish
    • FA Farsi
    • FR French
    • HI Hindi
    • HI English (India)
    • HU Hungarian
    • HY Armenian
    • ID Bahasa
    • IT Italian
    • JA Japanese
    • KO Korean
    • MG Malagasy
    • MM Burmese
    • NL Dutch
    • NL Flemish
    • NO Norwegian
    • PT Portuguese
    • RO Romanian
    • RU Russian
    • SV Swedish
    • TA Tamil
    • TH Thai
    • TL Tagalog
    • TL Taglish
    • TR Turkish
    • UK Ukrainian
    • UR Urdu
Iman

ALLAH TRITUNGGAL

Saat kita membaca Alkitab, kita dapat menemukan kata "Allah" tertulis pertama kali dalam kitab Kejadian. Kata ini terdengar seperti seorang pribadi yang penuh kuasa dan kekuatan. Dan Pribadi Allah menjadi tokoh utama dan pusat dari semua topik penulisan Alkitab. Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) mengartikan Allah sebagai "Pencipta alam semesta yg maha sempurna; Tuhan Yang Maha Esa.", Esa yang berarti hanya ada satu Tuhan di alam semesta ini. Namun, saat kita membaca lebih jauh kitab Kejadian, kita menemukan bahwa ada "Roh Allah" melayang-layang di atas permukaan air pada masa penciptaan". Nah ini menimbulkan pertanyaan untuk kita, jadi apakah Allah atau Tuhan itu ada 1 pribadi atau ternyata tidak hanya 1?

Ada begitu banyak kedalaman dan keindahan dalam konsep Tritunggal ini—kita bisa mempelajarinya seumur hidup dan tetap saja masih ada hal baru yang bisa ditemukan. Meskipun sulit untuk benar-benar dipahami sepenuhnya, ada beberapa hal dasar yang bisa memberi kita fondasi awal.

Siapakah Allah Tritunggal?

Dalam iman kristen, kamu akan mengenal pribadi Allah Tritunggal. Seorang pribadi yang sulit di pahami namun sekaligus dapat kamu alami secara langsung kasih-Nya, kuasa-Nya, serta kedaulatan-Nya. Di dalam Allah ada tiga pribadi yang setara, Allah Bapa, Allah Putera, dan Allah Roh Kudus yang barusan kita temukan di dalam kitab Kejadian. Masing-masing adalah sepenuhnya Allah, namun tetap hanya ada Satu Allah, tiga pribadi dalam satu kesatuan atau hakekat. Dan iman kristen percaya akan pribadi Allah Tritunggal.

Penting untuk diketahui bahwa meskipun kita tidak akan menemukan istilah "Tritunggal" atau "Allah Tritunggal" secara langsung di Alkitab, bukti bahwa Allah adalah tiga pribadi dalam satu hakekat tetap sangat kuat, dari awal hingga akhir penulisan Alkitab. Salah satu momen di mana ketiga Pribadi Tritunggal muncul dan disebutkan secara bersamaan adalah di Matius 3:13-17. Di bagian ini, ketiga pribadi Tritunggal hadir: Yesus, Anak Allah, sedang dibaptis sebagai manusia di Sungai Yordan; Roh Kudus turun atas-Nya dalam rupa burung merpati; dan Allah Bapa bersuara dari surga.

Allah Bapa

Pertama, mari kita lihat secara singkat tentang Allah Bapa. Dia adalah Pribadi yang duduk di takhta surga. Pencipta, Raja, dan Penguasa atas seluruh alam semesta. Dari Alkitab, kita tahu bahwa Dia adalah pribadi—Dia punya kesadaran, kehendak sendiri, emosi, bisa berkomunikasi, membuat janji, dan memberikan berkat. Dia memiliki sepenuhnya sifat-sifat atau karakteristik Ilahi yang kita sebut sebagai atribut Allah.

Allah Anak

Yesus adalah Sang Anak dalam Tritunggal, dan bisa dibilang manusia paling terkenal dalam sejarah. Dia disebut Anak Allah, sepenuhnya manusia dan juga sepenuhnya Allah. Meskipun Yesus mengambil tubuh fisik dan menjadi manusia sepenuhnya, Dia tetap unik dan akan selalu begitu. Karena walaupun Dia adalah manusia (natur fisik) dan pernah hidup di bumi seperti manusia pada umumnya, Dia juga sepenuhnya adalah Allah yang sempurna (natur spiritual). Kita menyebut hal ini sebagai "inkarnasi", yang secara harfiah berarti "Allah dalam wujud manusia". Dia datang untuk menunjukkan kepada dunia siapa Allah itu, dan juga untuk menyelamatkan kita dari dosa-dosa kita.

Allah Roh Kudus

Roh Kudus adalah Pribadi dalam Tritunggal yang disebut sebagai “penolong” dan “penghibur”. Dalam Kitab Kejadian, kita dapat membaca bahwa Roh Allah sudah ada sejak awal penciptaan. Roh yang dulu hingga sekarang terus bekerja di dalam dunia ini, menunjukkan kuasa Allah dan melaksanakan apa yang telah Allah rancangkan. Penting untuk dipahami bahwa Roh Kudus bukan sekadar roh atau kekuatan, tapi adalah Pribadi yang unik—berbeda dari Allah Bapa dan Allah Anak, namun tetap satu kesatuan dalam posisi yang sama dengan mereka.

Lebih Dalam Tentang Allah Tritunggal

Ketika kita membaca Alkitab tentang Allah, Yesus, dan Roh Kudus, kita melihat bahwa nama-nama ini digunakan secara bergantian dan selalu berkaitan dengan Allah. Dalam Yesaya 44:6 tertulis: “Beginilah firman Tuhan , Raja dan Penebus Israel, Tuhan semesta alam: ”Akulah yang terdahulu dan Akulah yang terkemudian; tidak ada Allah selain dari pada-Ku." Hanya ada satu Allah. Namun, di dalam Alkitab juga dijelaskan bahwa Roh Kudus dan Yesus Kristus juga disebut sebagai Allah. Baik Roh Kudus maupun Yesus, Mereka memiliki semua sifat yang hanya dimiliki oleh Allah. Keduanya juga melakukan hal-hal yang hanya bisa dilakukan oleh Allah.

Satu Kesatuan

Allah Bapa, Yesus-Anak-Nya, dan Roh Kudus sering disebutkan bersama-sama dalam Alkitab dengan cara yang tidak mungkin berlaku untuk manusia atau ciptaan lainnya. Hal ini menunjukkan kesatuan mereka. Roh Kudus disebut sebagai Roh Kristus dan juga Roh Allah. Jadi, hanya ada satu kesimpulan: hanya ada satu Allah, tetapi Allah menyatakan diri-Nya dalam tiga Pribadi. Ketiga-Nya tidak terpisahkan dan hidup dalam kesatuan yang sempurna.

Atribut Allah

Perlu juga diperhatikan bahwa, seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, semua sifat yang dimiliki Allah Bapa juga dimiliki sepenuhnya oleh seluruh Pribadi dalam Tritunggal. Misalnya, Allah itu kekal—dan begitu juga dengan Anak dan Roh Kudus. Allah itu Kudus—begitu pula Anak dan Roh Kudus. Setiap sifat Allah Bapa yang unik (yang membedakan-Nya dari kita sebagai manusia!) dimiliki secara setara dan sepenuhnya oleh masing-masing Pribadi dalam Tritunggal.

Kesetaraan dan Penundukan

Meskipun kita tahu bahwa karena mereka adalah satu Allah, mereka sepenuhnya setara dalam segala hal, Alkitab juga menunjukkan bahwa ada penundukan dalam Tritunggal! Berkali-kali kita melihat Yesus tunduk kepada kehendak Allah Bapa. Roh Kudus pun tunduk pada kehendak Anak dan Bapa. Ini menunjukkan bahwa dalam kasih yang sempurna dan dalam pribadi Allah yang sempurna, penundukan bukanlah hal buruk—justru sesuatu yang indah dan patut dihargai, bukan dilawan. Beberapa ahli teologi menyebut hal ini seperti tarian Ilahi, di mana setiap Pribadi bergerak selaras sepanjang kekekalan. Saling memberi dan menerima kemuliaan satu sama lain. Sungguh indah jika kita meluangkan waktu untuk membayangkannya!

Kemuliaan!

Gambaran indah lainnya yang kita lihat dalam Alkitab adalah bahwa setiap Pribadi dalam Tritunggal ingin memuliakan yang lain! Tidak ada rasa tidak aman dalam Tritunggal—hanya kasih yang sempurna. Karena itu, setiap Pribadi rindu untuk meninggikan dan memuliakan yang lainnya. Anak hidup untuk memuliakan Bapa, dan Bapa meninggikan Anak dalam kemuliaan. Seluruh karya Roh Kudus adalah untuk memuliakan Bapa dan Anak—dan dalam hal itu, Dia sendiri juga dimuliakan!

video-poster
% Sedikit lambat 00:00
00:00
00:00

Sebuah Metafora

Allah pada hakekatnya adalah satu. Kalau kita mengumpamakan Allah Tritunggal, Ia itu seperti sebuah balok kayu besar yang menggambarkan hakekat lalu melalui balok kayu dibentuklah tiga benda yang memiliki fungsi dan peran yang berbeda. Tiga benda ini adalah piring, gelas, dan sendok. Piring bukan gelas, gelas bukan sendok, sendok bukan piring, namun pada hakekatnya mereka bertiga adalah kayu. Tiga benda ini adalah gambaran dari pribadi Allah, yaitu Allah Bapa, Allah Putera dan Allah Roh Kudus. Allah Bapa bukan Allah Putera, Allah Putera bukan Allah Roh Kudus, dan Allah Roh Kudus bukanlah Allah Bapa namun ketiganya setara dan dalam satu hakekat sebagai Allah.

Namun penting untuk dicatat bahwa ini hanyalah upaya menggunakan konsep fisik dan terbatas untuk menjelaskan Allah yang tak terbatas. Tapi tetap saja, kadang-kadang metafora seperti ini bisa membantu kita untuk sedikit memahami misteri besar tentang Tritunggal. Ingatlah, Tuhan jauh lebih besar dari apa pun yang bisa digambarkan oleh contoh manusia—namun lewat gambaran-gambaran sederhana, kita bisa mulai menyelami keindahan dan kedalaman-Nya, sedikit demi sedikit.

video-poster
% Sedikit lambat 00:00
00:00
00:00

Contoh Lainnya

Sebagai Bapa, Dia dapat dikatakan sebagai Pribadi - sumber segala sesuatu. Ia digambarkan seperti sebuah sumber mata air yang deras (seperti yang dijelaskan oleh Michael Reeves dalam bukunya Delighting in the Trinity). Dalam gambaran ini, Bapa adalah sumber utama yang memulai segalanya. Anak adalah air itu sendiri—yang membersihkan, menyegarkan, dan memberi kehidupan. Dan Roh Kudus adalah limpahan air yang mengalir deras—mewakili kelimpahan, kuasa, dan pengaruh dari aliran tersebut.

Ini adalah gambaran yang indah dan kaya makna—menunjukkan bahwa ketiga Pribadi dalam Tritunggal bekerja sama dalam harmoni sempurna: Bapa sebagai sumber, Anak sebagai saluran kasih dan penyelamatan, dan Roh Kudus sebagai kuasa dan kehadiran Allah yang hidup dalam kita.

Punya Pertanyaan?

Kalau kamu memiliki pertanyaan, kamu dapat mengisi formulir di bawah ini. Salah satu mentor kami akan menghubungimu untuk menjawab pertanyaanmu.