Kamu cuma punya satu kehidupan
“Seperti air aku tercurah,dan segala tulangku terlepas dari sendinya;hatiku menjadi seperti lilin,hancur luluh di dalam dadaku; kekuatanku kering seperti beling,lidahku melekat pada langit-langit mulutku;dan dalam debu maut Kauletakkan aku.” (Mazmur 22:15–16).
Terima kasih Daud, terima kasih! Lagi dan lagi, aku bersyukur untuk Daud yang berhasil menunjukkan kepada kita bahwa kita gak sendirian saat mengalami perasaan seperti ini, bahkan ketika perasaan itu sampai memengaruhi kondisi fisik kita. Benar kan?
“Seperti air aku tercurah” Coba bayangkan itu. Air yang sudah tumpah gak bisa dimasukkan kembali ke dalam botol. Kamu hanya bisa mengelapnya.
Atau, “kekuatanku kering seperti beling,” Saat tanah liat dibakar untuk menjadi tembikar, seluruh kandungan air di dalamnya akan hilang. Gak mungkin bisa lebih kering lagi! Kalau tenggorokanmu sampai sekering itu, kamu bahkan gak bisa berbicara. Seperti yang Daud tuliskan: “lidahku melekat pada langit-langit mulutku”
Tapi menariknya, Daud justru berbicara tentang keinginannya untuk menggunakan suaranya! “Aku akan memasyhurkan nama-Mu kepada saudara-saudaraku dan memuji-muji Engkau di tengah-tengah jemaah” — Mazmur 22:23 (TB)
Saat membaca bagian ini, aku kembali diingatkan akan sesuatu yang belakangan ini terus menggerakkan hatiku: Di tengah kesesakannya, Daud gak melupakan alasan kenapa dia ada di dunia ini. Dia gak melupakan panggilan hidupnya, dan dia juga gak melupakan bahwa Tuhan punya cara untuk membawanya keluar dari keadaan sulit yang sedang dia hadapi!
Baru-baru ini aku membaca sebuah kutipan dari A.W. Tozer: “Orang Kristen adalah seseorang yang berasal dari surga dan untuk sementara waktu tinggal di bumi.”
Kalau kita menjalani hidup dengan cara pandang surgawi, kita akan menggunakan kehidupan kita di dunia untuk selalu menceritakan kasih Tuhan.
Itulah kerinduan hati Daud di tengah kelelahan dan kesesakannya: “Tetapi Engkau, TUHAN, janganlah jauh; ya kekuatanku, segeralah menolong aku!” — Mazmur 22:20 (TB)
Daud ingin menggunakan satu-satunya kehidupan yang dia miliki untuk menceritakan tentang Tuhan kepada orang lain! Wow! Itulah juga alasan kenapa kita ada di dunia ini! Itulah kerinduan hati Tuhan. Maukah kamu menjadikan kerinduan hati-Nya sebagai kerinduan hatimu juga hari ini dan mulai menggunakan suaramu?
Orang lain perlu mendengar kebenaran yang ada di dalam HATIMU untuk membungkam kebohongan yang selama ini mereka percayai di dalam hati mereka.