Hari ini, kamu mau jadi terang bagi Yesus?
Apa hari ini kamu lagi mood untuk jadi terang bagi Yesus? Atau dengan kata lain, “Apakah orang-orang di sekitarmu bisa melihat bahwa kamu punya pengharapan yang menjadi alasan sukacitamu hari ini?”
Wajar kok kalau terkadang kamu merasa gak ingin jadi terang bagi Yesus. Misalnya, ada saat ketika aku harus pergi ke supermarket karena kulkasku kosong. Tapi begitu melihat antrean panjang di kasir, rasanya aku jadi gak ingin tersenyum kepada siapa pun.
Hal yang sama baru-baru ini terjadi lagi. Tapi karena belakangan ini Tuhan terus menggerakkan hatiku dengan kuat untuk selalu menceritakan kasih-Nya kepada orang lain, aku akhirnya mulai bercanda dengan orang-orang yang sedang mengantre.
Pria di belakangku langsung ikut bercanda, dan tanpa sadar aku berkata kepadanya, “Silakan duluan aja, barang belanjaanmu cuma sedikit.” Dia begitu tersentuh dengan tindakan sederhana itu—ketika aku memilih untuk mendahulukan kepentingan orang lain daripada kepentinganku sendiri—sampai akhirnya percakapan kami jadi semakin dalam.
Pria itu kemudian berkata, “Boleh aku kenalkan kamu dengan kedua anak perempuanku yang sedang menunggu di mobil? Mereka sekarang sedang bergumul dengan cara mereka memandang diri sendiri.” Dalam hati, aku langsung berpikir, “Oh Tuhan, ini pasti Engkau lagi, ya?” Karena pengalaman hidupku sendiri, aku merasa bisa memahami apa yang sedang dialami kedua anak perempuan itu.
Ada BEGITU BANYAK cara untuk membagikan pengharapan kepada orang lain. Itulah kenapa penting banget untuk berani bersuara!
Ya, kalau kita gak menjalani hidup hanya dengan berfokus pada diri sendiri, setiap hari akan ada begitu banyak kesempatan untuk menceritakan tentang Tuhan kita yang hidup!
Jadi, boleh aku menguatkanmu untuk melakukan hal yang sama hari ini? Ubahlah momen yang membuatmu stres menjadi kesempatan untuk membawa pengaruh yang baik bagi orang lain!
"Sebab aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil, karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya, pertama-tama orang Yahudi, tetapi juga orang Yunani." — Roma 1:16 (TB)