• ID
    • AR Arabic
    • CS Czech
    • DE German
    • EN English
    • ES Spanish
    • FA Farsi
    • FR French
    • HI Hindi
    • HI English (India)
    • HU Hungarian
    • HY Armenian
    • ID Bahasa
    • IT Italian
    • JA Japanese
    • KO Korean
    • MG Malagasy
    • MM Burmese
    • NL Dutch
    • NL Flemish
    • NO Norwegian
    • PT Portuguese
    • RO Romanian
    • RU Russian
    • SV Swedish
    • TA Tamil
    • TH Thai
    • TL Tagalog
    • TL Taglish
    • TR Turkish
    • UK Ukrainian
    • UR Urdu
    • VI Vietnamese
Tanggal publikasi 22 Okt 2026

Tinggalkan Jejak Kasih

Tanggal publikasi 22 Okt 2026

Pernah gak kamu berada di tempat baru, di mana semua orang sudah saling kenal, sementara kamu sendiri bingung harus ngomong apa? Aku baru-baru ini mengalami hal seperti itu saat menghadiri sebuah pesta ulang tahun.

Ketika seseorang bertanya apa pekerjaanku, aku mulai menceritakan beberapa hal. Tiba-tiba, salah satu wanita di sana berseru, “Wow, kamu percaya Tuhan? Berarti kamu pasti kenal pendeta yang ada di daerah sini, kan?” Bahkan sebelum dia menyebutkan namanya, aku sudah berpikir dalam hati, “Semoga percakapan ini berakhir dengan sesuatu yang positif!” Apa kamu juga pernah mengalami situasi seperti ini?

Aku senang banget ketika wanita itu melanjutkan ceritanya, “Dia luar biasa! Aku bertemu dengannya di pernikahan seorang teman, dan kata-katanya benar-benar menyentuh hatiku! Sejak saat itu, dia juga menjadi pendeta yang memberkati pernikahanku dan suamiku. Cara dia berkhotbah dan menjalani imannya benar-benar membuat kami semua terkesan!”

Aku gak bisa menggambarkan betapa senangnya, bahkan bangganya aku saat itu. Padahal, situasi ini bisa saja berakhir sebaliknya. Kalau pendeta itu menyampaikan khotbah dengan asal-asalan atau gak meluangkan begitu banyak waktu dan kasih untuk pasangan yang menikah, terlepas dari apakah mereka orang Kristen atau bukan, mungkin mereka gak akan begitu tersentuh oleh imannya...

...dan mungkin aku juga gak akan bertemu dengan hati-hati yang terbuka di pesta itu! Ketika seseorang pernah terluka, sering kali mereka jadi sulit untuk mempercayai orang lain. Tapi ketika mereka pernah merasakan pengaruh yang positif, hati mereka mungkin akan lebih terbuka untuk mendengarkan kita saat kita bercerita tentang Yesus.

Yuk, kita selalu meninggalkan jejak kasih, kemurahan hati, dan kata-kata yang menguatkan! “sehingga hidupmu layak di hadapan-Nya serta berkenan kepada-Nya dalam segala hal, dan kamu memberi buah dalam segala pekerjaan yang baik dan bertumbuh dalam pengetahuan yang benar tentang Allah” — Kolose 1:10 (TB)

Bersukacitalah, sekalipun bukan kamu yang akhirnya membawa seseorang kepada Yesus. Percayalah bahwa Tuhan akan terus menuntun mereka, dan kamu sudah diberi kesempatan untuk menjadi bagian dari perjalanan mereka!

Jangan pernah meremehkan apa yang bisa Tuhan kerjakan melalui satu momen sederhana ketika kamu membuat seseorang merasa dihargai!

Debbie Wiratno
Penulis

Terdorong oleh Roh Kudus untuk menulis renungan yang penuh harapan, berdasarkan kebenaran Firman Tuhan dan tepat waktu.